Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Kerusakan Akibat Tsunami Selat Sunda

Gambar
beehappy Ketua Tim Tourism Crisis Center (TCC) yang juga Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Guntur Sakti mengatakan   tsunami   Selat Sunda yang menerjang Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, mengakibatkan kerusakan sebagian konstruksi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.  Selain atraksi wisata alam, yang mengalami dampak kerusakan adalah atraksi wisata buatan, khususnya terkait lokasi dan gedung pertemuan. Untuk telekomunikasi dan internet terpantau belum stabil jaringannya di dalam KEK Tanjung Lesung, meski PLN di area KEK masih belum dapat dioperasikan karena korsleting.  "Sementara ini amenitas di Kampung Wisata Cikadu relatif aman digunakan sebagai Posko Evakuasi sementara, yang juga akan menjadi posko Tim TCC Kemenpar," kata Guntur. Pada aksesibilitas, walaupun akibat curah hujan tinggi dan gelombang laut yang masuk ke jalan, namun Jalan Nasional dari Anyer Carita sampai ke Jalan Nasional Citeureup Tanjung Lesung relatif masih...

Korban Tsunami Selat Sunda Masih Butuh Bantuan

Gambar
beehappy Bantuan terus diberikan di kawasan terdampak tsunami Selat Sunda. Bantuan itu disalurkan ke 5 kabupaten terdampak, yaitu Kabupaten Serang, Pandeglang, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus.  Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, bantuan tidak hanya diberikan untuk korban tsunami, tetapi juga dalam rangka evakuasi dan pencarian. BNPB telah memberikan dana operasional aktivasi posko untuk Kabupaten Pandeglang sebesar Rp 500 juta. Berdasar data BNPB, Pandeglang merupakan daerah paling parah terdampak tsunami. Bantuan juga disalurkan dalam bentuk logistik, helikopter, hingga alat berat. Lebih dari 2000 personel TNI dan Polri dikerahkan untuk penanganan bencana ini. Namun, hingga saat ini masih diperlukan sejumlah kebutuhan mendesak untuk para korban.  "Kebutuhan mendesak, satu, alat berat masih diperlukan tambahan. Apalagi di wilayah sumur masih membutuhkan alat berat,...

Bantuan untuk selat sunda

Gambar
Keceriaan di pesisir pantai mendadak sirna. Tiba-tiba malam menjadi mencekam. Orang-orang berlarian menyelamatkan diri dari gulungan ombak yang menerjang. Kengerian tak berhenti di sana, Sahabat. Tanpa pandang bulu, yang bertahan di dalam pusaran ombak, berusaha menggapai apapun untuk berjuang hidup. Meski tubuh babak belur dihantam potongan kayu, hingga menabrak dinding rumah warga, kuasa Allah, sebagian masih dipercayai dengan rezeki usia. Liburan yang seharusnya menjadi momen bahagia berkumpul bersama keluarga, kini malah menjadi luka. Seluruhnya terpencar, entah dimana. D ilansir dari BNPB (24/12/2018), bencana tsunami yang terjadi akibat longsoran lereng Gunung Anak Krakatau itu menelan 373 korban meninggal, 128 orang menghilang, dan korban luka-luka sebanyak 1,459 orang. Pun sebanyak 5.665 orang mengungsi. Lebih jauh, malapetaka ini pun meluluh lantakkan 681 rumah, 69 hotel/vila, 60 warung/toko, serta menghancurkan 420 kapal/perahu sekitar. Merespon bencana Tsunami ...

Gunung Anak Krakatu

Gambar
beehappy Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyampaikan aktivitas  Gunung Anak Krakatau   di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, sepanjang Senin, 21 Januari 2019 petang hingga Selasa dini hari mengalami kegempaan tremor menerus. Jumono, staf PVMBG Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Selasa pagi, 22 Januari 2019, menyebutkan pada periode pengamatan 21 Januari 2019, pukul 18.00 sampai dengan 24.00 WIB secara visual, gunung berkabut 0-III. Selain itu, kata dia, asap kawah tidak teramati. Gunung Anak Krakatau mengalami kegempaan tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 1-16 milimeter (dominan lima milimeter). Sepanjang pengamatan, gunung api di dalam laut dengan ketinggian 110 meter dari permukaan laut (mdpl) itu, dengan cuaca mendung dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah timur laut. Suhu udara 26-27 derajat Celsius, kelembapan udara 0-0 persen, dan tekanan udara 0-0 mmHg. Kesimpulan tingkat aktivitas...

Latar belakang Tsunami Selat Sunda 2018

Gambar
beehappy Pada tanggal 22 Desember 2018, peristiwa  tsunami  yang disebabkan oleh letusan  Anak Krakatau  di  Selat Sunda  menghantam daerah pesisir  Banten  dan  Lampung ,  Indonesia . Sedikitnya 426 orang tewas dan 7.202 terluka dan 23 orang hilang akibat peristiwa ini. Menurut  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika  (BMKG), tsunami disebabkan  pasang tinggi  dan  longsor bawah laut  karena letusan gunung tersebut. Latar Belakang Berada di kawasan  Cincin Api Pasifik , Indonesia menjadi tempat bagi 127 gunung api aktif dan peristiwa gempa bumi besar setiap tahunnya.  Gunung Anak Krakatau  yang terletak di  Selat Sunda , salah satu di antara gunung api tersebut, merupakan gunung api yang muncul pada tahun 1927 setelah  letusan Gunung Krakatau  pada 1883. Letusan gunung ini merupakan salah satu yang mematikan sepanjang sejarah, menyebabkan megatsunami, dan ge...
Korban Tsunami di Selat Sunda Terus Bertambah  Dampak dari tsunami yang menerjang pantai di sekitar Selat Sunda, khususnya di Kabupaten Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah. Tsunami terjadi Sabtu (22/12/2018) malam sekitar pukul 21.27 WIB. Faktor penyebab tsunami masih dilakukan penyelidikan oleh BMKG untuk mengetahui secara pasti. Kemungkinan disebabkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang akibat bulan purnama. Dua kombinasi tersebut menyebabkan tsunami yang terjadi tiba-tiba yang menerjang pantai. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) masih berkoordinasi dengan Badan Geologi untuk memastikan faktor penyebabnya. Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya mengatakan dampak tsunami menyebabkan korban jiwa dan kerusakan. Data sementara hingga Minggu (23/12/2018) dini hari pukul 04.30 WIB t...
Indahnya Berbagi dengan Anak Yatim MALANG – Kebersamaan dari berbagai pihak di Malang benar-benar terwujud dalam pelaksanaan kegiatan ‘’Saatnya Berbagi dan Berempati’’ di Cyber Mall, Selasa sore (5/6).  Dalam kegiatan mengisi bulan suci Ramadan dan membangun kesetiakawanan sosial ini, dilakukan penyerahan santunan untuk para anak yatim dan kaum dhuafa. Panitia Imam Muslikh menjelaskan, kegiatan ‘’Saatnya Berbagi dan Berempati’’ ini merupakan kebersamaan dari berbagai pihak, diantaranya Malang Peduli Demokrasi (MPD), PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) Malang Raya, Apkrindo (Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia) Malang Raya, NU Care-LAZIS NU, Cyber Mall, JADE, seniman, budayawan dan berbagai  pihak lainnya. beehappy ‘’Melalui kegiatan di bulan suci Ramadan penuh berokah ini, kami ingin terus berbagi dan memberikan empati kami kepada para anak yatim dan kaum dhuafa di Malang. Kami semua membaur menjadi satu guna bersama-sama menyelenggarakan kegiatan ini...
Cara Terindah untuk Berbagi adalah saat Kita dapat Tetap Memberi Meski Kita Sendiri Kekurangan Hari ini, aku merasa tidak enak. Kepalaku penuh dengan masalah dan kebingungan. Aku memutuskan untuk jalan-jalan, meskipun aku tidak tahu ke mana aku akan pergi. Yang penting adalah aku keluar. Aku melihat seorang tua duduk di kursi. Ia adalah penjual sepatu bekas. Aku pikir ia berusia sekitar 70 tahun. Ia tampak sangat lelah dan tidak ada yang membeli sepatunya. Aku ingin memberinya sesuatu tapi aku tidak membawa apa pun. Lalu, seorang gadis kecil mendekati orang tua itu. Kudengar anak kecil itu berkata, “Kakek, bolehkah aku menyemir sepatumu?” Orang tua itu kasihan pada gadis kecil itu, tersenyum, dan memberikan sepatunya untuk disemir. Gadis kecil itu berkata, “Saya menyemir sepatu karena saya butuh uang untuk  membeli seragam sekolah baru untuk adikku.” Aku mendengar ini dan air mata jatuh ke pipiku. Orang tua itu menjawab, “Oh, gadis kecil. Berhentilah melakukan i...